Suche
Generic filters
Nur genaue Treffer
Suche im Titel
Suche im Inhalt
Suche in Zusammenfassung
Kembali ke perbandingan Diperbarui pada:

Inilah Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan

 

Kombinasi Skincare yang IdealZaman sekarang, ada banyak sekali produk skincare yang beredar di pasaran. Tidak hanya produknya saja yang beragam, bahan skincare yang terkandung pun bervariasi dengan kegunaannya masing-masing.

 

Misalnya, Anda pasti pernah mendengar mengenai skincare yang mengandung vitamin C, retinol, salicylic acid, AHA, dan BHA. Kelimanya adalah bahan skincare terbaik yang sedang sangat naik daun sekarang.

 

Tapi sayangnya, masih banyak yang belum tahu bahwa ada beberapa kandungan skincare yang justru akan menimbulkan permasalahan kulit apabila dipakai bersamaan.

 

Untuk menghindari efek samping yang buruk, dalam artikel ini Anda dapat mempelajari beberapa kombinasi kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan.

 

9 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan

Untuk memaksimalkan manfaat skincare, banyak orang yang menggunakan lebih dari satu kandungan bahan aktif secara berlapis. Tapi ternyata tidak semua bahan aktif skincare boleh dikombinasikan.

Berikut ini adalah 9 kombinasi kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan:

 

1. Vitamin C dan AHA/BHA

 

AHA (alpha-hydroxy acids) dan BHA (beta-hydroxy acids) merupakan kandungan asam peeling agent yang memiliki fungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan mencerahkan kulit. Di sisi lain, vitamin C merupakan antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas, meningkatkan produksi kolagen, dan mencerahkan kulit.

 

Meskipun ketiganya bermanfaat untuk mencerahkan kulit, skincare yang mengandung vitamin C, AHA, dan BHA tidak boleh dipakai bersamaan. Saat dicampur, AHA/BHA akan menurunkan pH kandungan vitamin C. Akibatnya, fungsi antioksidan dalam vitamin C malah menjadi kurang efektif atau bahkan rusak sama sekali.

Jadi, disarankan untuk menggunakannya secara bergantian untuk hasil maksimal.

Misalnya, Anda bisa memakai skincare dengan kandungan vitamin C di siang hari dan skincare dengan AHA/BHA di malam hari setiap beberapa hari sekali.

2. Vitamin C dan Niacinamide

 

Niacinamide (vitamin B3) merupakan bahan aktif yang sering digunakan untuk mencerahkan kulit dan menghilangkan flek atau tanda hitam di kulit. Sama seperti sebelumnya, meskipun niacinamide dan vitamin C berguna untuk mencerahkan kulit, keduanya tidak boleh dicampur.

 

Vitamin C dan niacinamide memiliki formulasi yang kurang stabil. Jadi, meskipun mereka baik dan efektif saat digunakan terpisah, saat dicampur keduanya akan menjadi kurang efektif.

 

Tidak hanya demikian, ada beberapa riset yang mengatakan bahwa pengunaan vitamin C dan niacinamide secara bersamaan dapat membuat warna kulit wajah menjadi tidak merata, menjadi kemerahan, dan bahkan berpotensi menimbulkan iritasi.

Disarankan untuk menggunakan keduanya secara bergantian. Misalnya, vitamin C di siang hari dan niacinamide di malam hari.

 

3. Retinol dan Vitamin C

 

Retinol adalah derivat dari vitamin A yang biasanya digunakan dalam produk anti-aging. Selain untuk mengurangi tanda penuaan pada kulit wajah, retinol juga biasa digunakan untuk mencerahkan kulit dan menyamarkan hiperpigmentasi.

 

Sayangnya, retinol dan vitamin C adalah dua kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan. Meskipun keduanya sangat baik untuk kulit, saat dicampur kedua zat aktif ini justru dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Oleh sebab itu, jangan memakai kedua zat aktif tersebut bersamaan. Direkomendasikan untuk menggunakan retinol pada malam hari karena bisa membantu meregenerasi kulit Anda.

 

4. Retinol dan AHA/BHA

 

Berdasarkan sifat, retinol dan AHA/BHA termasuk cukup keras pada kulit. Jadi, meskipun zat-zat tersebut baik dan dapat bermanfaat apabila digunakan terpisah, ketiganya akan menjadi terlalu keras untuk kulit saat digabungkan.

 

Penggunaan retinol dan AHA/BHA secara bersamaan, terutama dalam kadar yang cukup tinggi, dapat mengiritasi kulit. Dampaknya bisa membuat kulit kering, kemerahan, dan bahkan mengelupas.

 

Karena berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati, tidak disarankan untuk menggunakan skincare dengan kandungan AHA/BHA setiap hari.

Direkomendasikan untuk menggunakan AHA/BHA 2-3 kali per minggu saja.

 

5. Retinol dan Salicylic Acid

 

Salicylic acid adalah asam yang termasuk kategori BHA. Zat aktif ini biasanya digunakan untuk menyembuhkan jerawat aktif dan juga mendorong pergantian sel kulit. Retinol pun memiliki manfaat serupa.

 

Sayangnya, bila dipakai secara bersamaan, retinol dan salicylic acid justru sangat tidak baik untuk kulit. Kedua zat tersebut akan membuat kulit kering, iritasi, dan kemerahan. Bahkan, jerawat juga berpotensi semakin parah.

 

Untuk hasil maksimal, Anda cukup menggunakan salicylic acid sebagai spot treatment khusus saat jerawat muncul. Lalu, gunakan retinol untuk perawatan pencegahan. Jangan gunakan retinol saat menggunakan skincare yang mengandung salicylic acid.

 

6. Retinol dan Benzoyl Peroxide

 

Mirip dengan salicylic acid, benzoyl peroxide adalah obat yang digunakan untuk mengobati jerawat, biasanya dalam kasus yang ringan hingga sedang.

 

Sama seperti sebelumnya, kandungan skincare satu ini sangat tidak boleh dicampur dengan retinol. Bila dipakai secara bersamaan, maka akan menyebabkan kulit iritasi, kemerahan, keringnya kulit, dan pengelupasan kulit. Bahkan, retinol dan benzoyl peroxide akan mematikan fungsi satu sama lain. Akibatnya perawatan malah tidak berguna dan jerawat pun tidak akan kunjung sembuh.

 

Lagi-lagi, pakailah keduanya secara bergantian.

Gunakan produk skincare yang mengandung benzoyl peroxide hanya untuk spot treatment dan gunakan skincare yang memiliki kandungan retinol untuk pencegahan.

 

7. Salicylic Acid dan Benzoyl Peroxide

 

Ya, meskipun keduanya sama-sama obat jerawat, kedua kandungan skincare ini tidak boleh dipakai bersamaan. Bila digabungkan, kedua bahan ini akan memicu iritasi, kekeringan, dan pengelupasan pada kulit.

 

Direkomendasikan untuk memilih salah satu saja untuk perawatan kulit. Kalau bisa, konsultasikanlah dengan dokter kulit agar Anda tahu bahan mana yang lebih cocok untuk jenis kulit dan masalah kulit Anda.

 

8. AHA/BHA dan Niacinamide

 

Ketiganya memang merupakan kandungan skincare yang paling hits saat ini. Terkenal untuk menghaluskan tekstur kulit dan mencerahkan warna kulit, AHA/BHA dan juga niacinamide terkandung dalam banyak sekali produk.

Tetapi, ketiga kandungan skincare tersebut tidak boleh dipakai secara bersamaan. Penggunaan ketiganya bersamaan akan menimbulkan efek samping, yaitu iritasi, kemerahan, kekeringan, dan pengelupasan pada kulit. Terlebih lagi, saat dicampur, efektivitas masing-masing kandungan pun menurun.

 

9. Oil-Based dan Water-Based

 

Anda pasti pernah mendengar mengenai produk skincare oil-based dan water-based. Keduanya memiliki karakteristik berbeda. Biasanya produk oil-based direkomendasikan untuk orang berkulit kering dan produk water-based untuk orang berkulit berminyak.

 

Sebenarnya, keduanya boleh saja digunakan secara berlapis dalam waktu yang sama. Tapi urutannya harus tepat, jika tidak penyerapan produk ke kulit tidak akan maksimal. Aplikasikanlah produk water-based sebelum produk oil-based.

 

Kombinasi Kandungan Skincare yang Baik untuk Kulit

 

Perhatikan Komposisi Skincare yang digunakanSetelah mengetahui beberapa kombinasi kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan, anda mungkin bingung, “Lantas bagaimana saya harus menggunakan skincare?” Jangan khawatir, ada beberapa kandungan skincare yang justru lebih ampuh saat dipakai secara bersamaan.

 

Berikut ini adalah beberapa contoh kandungan skincare yang baik untuk dipakai bersamaan:

 

1. Niacinamide dan Hyaluronic Acid

 

Kedua bahan skincare ini sangat berguna untuk melembapkan kulit. Kombinasi ini sangat aman untuk semua jenis kulit, tapi terutama akan sangat berguna bagi Anda yang berkulit sangat kering. Baik juga untuk kulit yang sangat berminyak karena kedua bahan tersebut bersifat water-based.

 

2. Vitamin C dan Vitamin E

 

Kedua vitamin ini memang sangat terkenal baik untuk kulit. Vitamin C dan vitamin E bahkan akan lebih efektif apabila dipakai secara bersamaan. Kombinasi vitamin C dan vitamin E ini mampu menangkal radikal bebas, mengobati kerusakan kulit akibat sinar UV, menyehatkan kulit, dan membuat kulit tampak lebih halus, cerah, dan awet muda.

 

3. Retinol dan Niacinamide

 

Kombinasi paling ampuh untuk kulit bermasalah. Penggunaan retinol dan niacinamide secara bersamaan dapat mengatasi banyak masalah kulit berbeda, seperti tanda penuaan, kulit wajah kusam, hiperpigmentasi, jerawat, dan lain-lain. Untuk hasil terbaik, direkomendasikan menggunakan kombinasi ini di malam hari.

 

Tinggalkan Balasan

1 Bintang2 Bintang3 Bintang4 Bintang5 Bintang (belum dirating)
Loading...